Makalah Instalasi LIstrik Tentang Generator
MAKALAH
INSTALASI LISTRIK ( ELEKTRIK )
GENERATOR
Untuk memenuhi
salah satu Tugas
Mata Kuliah
Instalasi Listrik ( Elektrik )
Dosen : Bambang
Dwinantto
Disusun Oleh :
Kelompok
1.
Arief
Noor Rizki Kurniawan ( 11416046 )
2.
Ahmad
Fajar Ulil Bshor ( 10416358 )
3.
Patrick
Novan Allo ( 15416736 )
4.
Zulian
Kresnaldi ( 17416956 )
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-NYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami
juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari sumber.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami
yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.
Depok, 25 Oktober 2017
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN
......................................................................................... 1
1.1
Latar Belakang.............................................................................. 1
1.2
Rumusan Permasalahan ...................................................................... 1
1.3
Tujuan Penulisan.................................................................................
1
1.4
Sitematika Penulisan .................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
........................................................................................ 2
2.1 Pengertian
Generator.................................................................... 2
2.2
Jenis-jenis Generator .......................................................................... 2
2.3
Generator AC (Bolak-balik)..................................................................
2
2.4
Generator DC (searah)......................................................................... 6
2.5 Generator Sinkron
............................................................................. 6
2.6 Generator Asinkron
......................................................................... 15
BAB III
Penutup ............................................................................................. 27
3.1
Kesimpulan ........................................................................................ 27
3.2 Saran
................................................................................................ 27
DAFTAR PUSTAKA
.................................................................................................... 28
Bab I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Generator adalah mesin yang mengubah
energi kinetik menjadi energi listrik. Untuk mengenal bentuk nyata dari
generator, akan lebih mudah jika kita mengunjungi wilayah pembangkit listrik
karena di sana generator banyak digunakan. Mungkin yang sering kita kenal ada
dua buah macam generator AC ( arus bolak-balik ) dan generator DC ( arus searah
). Tetapi, selain kedua generator tersebut masih banyak jenis generator
berdasarkan putaran ada Sinkron dan Asinkron, generator dilihat dari fasanya
yaitu: satu fasa dan tiga fasa.
Jadi,
disini kami akan mengajak pembaca untuk membahas dan mengupas berbgai macam
generator berdasarkan jenis arus yang
dibangkitkan, generator berdasarkan putaran dan generator dilihat dari fasanya.
B.
Rumusan Masalah
a)
Apa
itu generator?
b)
Ada
berapa jenis generator?
c)
Untuk
apa generator tersebut dalam kehidupan sehari-hari?
C.
Tujuan penulisan
Tujuan ditulisnya
makalah ini untuk membahas tentang generator untuk pembangkit listrtik demi
kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari dalam kehidupan.
D.
Manfaat
Manfaat pembuatan
makalah ini untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang generator dalam
kehidupan sehari-hari, supaya lebih memahami tentang generator pembangkit
listrik.
BAB II
Pembahasan
A. Pengertian Generator
Generator adalah
mesin yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Untuk mengenal
bentuk nyata dari generator, akan lebih mudah jika kita mengunjungi wilayah
pembangkit listrik karena di sana generator banyak digunakan.
B. Jenis - jenis Generator
a. Prinsip dan Cara
Kerja Generator (AC) Arus Bolak-Balik
Generator arus bolak-balik terdiri atas sebuah kumparan dan sepasang
kutub magnet kuat, dua buah cincin geser dan dua buah sikat penyambung arus.
Perhatikan di bawah, tiap ujung kawat kumparan dihubungkan pada sebuah cincin-cincin tersebut. Pada tiap cincin geser menempel pada sebuah sikat penyambung arus.
Perhatikan di bawah, tiap ujung kawat kumparan dihubungkan pada sebuah cincin-cincin tersebut. Pada tiap cincin geser menempel pada sebuah sikat penyambung arus.
Bila kumparan diputar, maka dalam kumparan akan timbul gaya gerak listrik bolak-balik. Gaya gerak listrik bolak-balik ini jika dihubungkan dengan rangkaian luar, maka akan mengalir arus melalui kedua sikat secara bergantian, yaitu: mula-mula arus keluar melalui sikat pertama, sesaat kemudian melalui sikat kedua, sesaat kemudian melalui sikat pertama lagi, sesaat kemudian melalui sikat kedua lagi, demikian seterusnya sehingga dihasilkan arus induksi yang arahnya bolak-balik.
Arus yang arahnya bolak-balik semacam ini disebut dengan arus bolak-balik, yang biasa disebut arus AC berasal dari bahasa Inggris Alternating Current. Arus bolak-balik ini jika digambar dengan grafik terhadap waktu adalah sebagai berikut.
Dari gambar di atas keadaan arus pada saat tertentu di atas garis mendatar dan saat berikutnya di bawah garis mendatar, demikian seterusnya. Inilah yang menunjukkan bahwa arah arus itu bolak-balik.
Bagian generator yang bergerak (berputar) disebut rotor, dan bagian yang diam (tidak berputar) disebut stator. Pada gambar generator di atas, sebagai rotornya kumparan ( jangkar), dan statornya sepasang magnet.
Untuk generator pembangkit tenaga listrik yang besar-besar menggunakan lebih dari satu magnet sebagai rotor dan susunan kumparan-kumparan sebagai stator
Arus bolak-balik banyak sekali digunakan antara lain untuk listrik di rumahrumah pabrik-pabrik dan kantor-kantor.
b. Prinsip dan Cara
Kerja Generator (DC) Arus Searah
Generator arus searah pada prinsipnya sama dengan generator arus
bolak-balik. Perbedaannya hanya menggunakan satu cincin yang dibelah menjadi
dua, perhatkan gambar di bawah ini!.
Generator ini menghasilkan gaya gerak listrik
induksi searah. Jika dihubungkan dengan rangkaian luar, maka arus akan mengalir
melalui salah satu sikat.
Yaitu pada awal melalui sikat pertama, waktu berikutnya melalui sikat pertama lagi demikian seterusnya arus selalu melalui sikat pertama, sehingga arus yang dihasilkan berupa arus searah.
Arus searah biasa disebut arus DC berasal dari bahasa Inggris Direct Current. Arus searah ini ditunjukkan dengan grafik seperti terlihat pada gambar di bawah.
Yaitu pada awal melalui sikat pertama, waktu berikutnya melalui sikat pertama lagi demikian seterusnya arus selalu melalui sikat pertama, sehingga arus yang dihasilkan berupa arus searah.
Arus searah biasa disebut arus DC berasal dari bahasa Inggris Direct Current. Arus searah ini ditunjukkan dengan grafik seperti terlihat pada gambar di bawah.
Dari gambar di atas terlihat bahwa grafik arus selalu di atas garis,
tidak pernah di bawah garis mendatar. Hal inilah yang menunjukkan bahwa arah
arus itu searah.
Generator listrik merupakan mesin
yang dapat mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Generator ini dapat
bekerja berdasarkan gejala induksi elektromagnetik yang pernah ditemukan oleh
Faraday. Generator dibedakan atas dua berdasarkan arus listrik yang dihasilkan
yaitu:
1. Generator arus bolak-balik
2. Generator arus searah
Generator arus bolak-balik / alternator
adalah generator yang menghasilkan arus bolak-balik, sedangkan generator arus
searah adalah generator yang menghasilkan arus listrik searah. Perbedaan
keduanya terdapat pada jumlah cincin luncur dan bentuknya. Generator arus
bolak-balik terdapat dua buah cincin luncur di mana setiap cincin berhubungan
dengan setiap ujung kumparan. Pada generator arus searah hanya terdapat sebuah
cincin yang terbelah ditengahnya yang disebut cincin belah atau komutator.
Generator Arus Searah
Seperti dijelaskan sebelumnya, generator arus
searah dapat dibuat dengan mengganti kedua cincin luncur pada alternator dengan
sebuah cincin belah. Ujung-ujung kumparan dihubungkan dengan cincin belah dan
hubungan kumparan kepada sikat berganti setiap setengah putaran sehingga
putaran kumparan yang konstan menghasilkan ggl induksi yang polaritasnya tidak
berubah, persis seperti pada motor listrik.
C. Generator Sinkron
Hal paling tampak yang membedakan antara generator sinkron dari
generator induksi/asinkron adalah generator sinkron dieksitasi dua kali. Pada
generator asinkron energi listrik dihasilkan hanya oleh putaran rotor terhadap
stator, sedangkan pada generator sinkron energi listrik dihasilkan oleh putaran
rotor terhadap stator dan lilitan rotor yang diumpani sumber arus dc.
Sebuah generator sinkron memberikan torsi pada satu laju yaitu
laju sinkron. Pada laju di luar laju sinkronnya torsi rata-rata akan bernilai
nol,
Jika kecepatan rotor n dari generator konstan maka frekuensi
yang dihasilkan pun konstan, oleh sebab itu generator sinkron yang bekerja pada
kecepatan konstan dikenal sebagai generator sinkron karena frekuensi listriknya
akan tetap konstan jika kecepatan putaran mekanis rotornya pun konstan,
sehingga frekuensi listriknya sinkron terhadap kecepatan putar rotor.
Persamaan ggl.
Ggl diinduksikan di dalam sebentuk
konduktor dengan panjang l bergerak di dalam satu medan magnet dengan
kerapatan fluks rata-rata B dan
kecepatan relatif v meter/detik
tegak lurus terhadap arah medan magnet maka:
E = Blv volt
Jika d adalah
dimeter dari inti jangkar/armatur dan ns adalah kecepatan rotasi relatif yang
terjadi antara pergerakan jangkar yang bersatu dengan rotor terhadap lilitan l yang dililitkan pada stator (
lihat ilustrasi Gambar 2 ) maka:
Dan berdasarkan rumus kecepatan sinkron terhadap frekuensi
listriknya diperoleh:
E = 2fΦ
yang merupakan nilai rata-rata dari ggl yang melewati satu
lilitan konduktor.
Jika winding N lilitan terkonsentrasi pada salah satu kutub-nya
maka untuk sepasang kutub akan memiliki 2N lilitan sehingga ggl rata-rata yang
dibangkitkan oleh 2N lilitan adalah:
2N.E = 2N. 2fΦ
Eavg = 4Nf Φ
Diagram fasor pada keadaan
gerak-mula/starting – kondisi eksitasi
Rancangan awal sebuah generator dibuat
sedemikian rupa sehingga semua impedans pada keadaan tanpa beban ( baik pada
hubung buka maupun hubung singkat ) adalah bersifat induktif sehingga memiliki
faktor daya “sumber yang berperilaku ‘meninggalkan’ beban” atau lebih dikenal
sebagai lagging power factor. Keadaan gerak-mula/starting
digambarkan oleh Gambar 3 sebagai berikut:
Pada keadaan starting kita dapat
membentuk set impedans di bawah kondisi hubung singkat dengan Xl adalah impedans bocor pada keadaan
hubung-singkat, Xa adalah impedans jangkar/armatur
pada keadaan hubung singkat, dan Raadalah
resistansi jangkar pada keadaan hubung singkat.
Persamaan yang sesuai dengan set impedans di atas adalah:
E = E’ + jIXa
E = I(jXl + Ra) + jIXa
Atau
E = IRa + jI(Xl + Xa)
E = IRa + jIXt
Daya dan torsi pada keadaan hubung singkat –
kondisi eksitasi.
Putaran rotor dari generator akan
memberikan pencatuan daya nyata sebesar 3.E cos δ. I cos θ. Jika sudut
yang terjadi antara I dan Ra serta antara E dan Rakurang atau sama dengan 0.25π ( merupakan sifat alami generator
sinkron pada hubung singkat ) maka dapat digunakan pendekatan daya nyata
menjadi 3.E I cos (δ+ θ), sehingga:
Daya nyata Pm setara dengan torsi mekanis rotor
generator sinkron maka:
T = Pm watt-sinkron
Pada diagram fasor tampak bahwa besaran
Ra lebih kecil daripada besaran Xl+Xadan jika harganya cukup kecil sehingga
membuat proyeksi E sangat mendekati 900 maka IRa dapat diabaikan:
Maka arus yang timbul pada komponen daya nyata sebesar:
Pengaruh
perubahan arus medan eksitasi terhadap arus pembangkitan generator
Perubahan di dalam arus medan dc yang mengalir melalui lilitan
medan pada rotor dari generator sinkron menyebabkan perubahan pada faktor daya
ketika generator bekerja. Kemampuan untuk berubah faktor daya oleh sebab
pengubahan keadaan eksitasi ini merupakan karakteristik yang sangat penting
dari generator sinkron.
Pengoperasian generator sinkron pada kecepatan rotasi putar yang
konstan akan membutuhkan resultan fluksi yang konstan supaya tegangan yang
dihasilkan cenderung konstan. Baik sumber dc dan dan putaran rotor bekerja sama
untuk menghasilkan resultan fluks yang konstan ini.
Mari kita cermati Gambar 4 berikut ini yang merupakan diagram
fasor dari arus dan tegangan yang terjadi ketika generator sinkron beroperasi.
Daya yang dicatu oleh generator akan
bernilai konstan jika (E2 /Xt) sin δ
tetap konstan, sehingga perubahan pada E maka sin δ harus berubah sejauh
menjaga (E2 /Xt) sin δ
tetap konstan, sehingga daerah dari fasor-fasor ‘keluarga’ E (E1, E2, E3) harus
berada pada jalur garis yang terputus-putus. Lebih jauh, proyeksi fasor I pada
fasor E’ harus tetap konstan.
i. Keadaan eksitasi berlebih (over excitation)
Pada Gambar 4, ketika tegangan eksitasi
sebesar E1 , maka arus medan eksitasi menghasilkan
terlalu banyak fluks /over-excitation. Fasor arus mengasumsikan posisi I1 yang sedemikian sehingga ketika fasor j
I1 Xt ditambahkan kepada fasor E1 akan memberikan tegangan terminal E’.
Hal ini menjadikan arus reaktif yang ‘mendahului E1’/leading dialirkan dan berlaku untuk mengurangi kemagnetan
(demagnetisasi) medan fluks untuk menambah kebutuhan tegangan terminal.
ii. Keadaan setimbang (balanced excitation)
Jika eksitasi dikurangi sedemikian
hingga tegangan eksitasi menjadi E2 , maka tidak terjadi kelebihan fluks
yang dihasilkan oleh lilitan medan, sehingga arus keluaran ac dari generator
tidak memiliki komponen reaktif , faktor daya adalah satu dan arus keluaran
adalah I2 .
iii. Keadaan eksitasi rendah (under
excitation)
Ketika tegangan eksitasi adalah E3 maka motor berada pada keadaan
eksitasi-rendah (under-excitation) . Arus keluaran pada keadaan ini
diasumsikan pada posisi I3 dan faktor daya adalah ‘lagging’ atau
‘arus tertinggal dari tegangan’. Keadaan arus I3 yang tertinggal ini mempunyai efek
magnetisasi yang membantu membentuk fluks celah-udara seperti yang dibutuhkan
oleh tegangan terminal E’.
iv. Hubungan kualitatif antara arus dc lilitan medan terhadap eksitasi
generator sinkron.
Seperti telah disebutkan di paragraf awal sub-bab ini bahwa arus
eksitasi generator dipengaruhi pula oleh arus lilitan medan dc dari
jangkar rotor. Berikut ini adalah gambaran kualitatif dari hubungan antara arus
dc lilitan medan dan arus eksitasi generator:
Berikut ini adalah grafik arus generator yang dipengaruhi oleh
arus eksitasi lilitan medan:
D. Generator
Asinkron
Generator induksi adalah mesin induksi yang bekerja sebagai generator,oleh
karena itu mesin induksi mempunyai persamaan dan konstruksi yang sama untuk
generator maupun untuk motor. Generator ini mendapat eksitasi dari luar,syarat
utama tegangan dapat timbul untuk generator induksi adalah jika Nr>Ns dengan
Nr = kecepatan rotor dan Ns = kecepatan sinkron. Misal radiator diputus oleh
penggerak luar,diatas Ns maka slip akan bernilai negative lalu mesin akan
mensuplay daya dan menghasilkan tegangan, Selain itu membangkitkan tenaga juga
memerluka daya remanasi magnet pada rotor .
Generator induksi merupakan salah satujenis generator AC yang menerapkan
prinsip motor induksi untuk menghasilkan daya. Generator induksi dioperasikan
dengan menggerakkan rotornya secara mekanis lebih cepat daripada kecepatan
sinkron sehingga menghasilkan slip negatif. Motor induksi biasa umumnya dapat
digunakan sebagai sebuah generator tanpa ada modifikasi internal. Generator
induksi sangat berguna pada aplikasi-aplikasi seperti pembangkit listrik
mikrohidro, turbin angin, atau untuk menurunkan aliran gas bertekanan tinggi ke
tekanan rendah, karena dapat memanfaatkan energi denganpengontrolan yang
relatif sederhana.
Generator induksi adalah generator yang menggunakan prinsip induksi
elektromagnetik dalam pengoperasiannya. Generator ini dapat bekerja pada
putaran rendah serta tidak tetap kecepatannya, sehingga generator induksi
banyak digunakan pada pembangkit listrik dengan daya yang rendah seperti pada
pembangkit listrik tenaga mikrohidro atau pembangkit listrik tenaga baru.
Generator induksi merupakan jenis pembangkit listrik alternatif yang cocok
untuk skala kecil atau beban rumah tangga (450 Va). Hal ini disebabkan karena
harga generator induksi relatif lebih murah dibanding dengan generator sinkron.
Kelemahan generator induksi adalah kinerjanya sangat dipengaruhi oleh beban.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan storage terhadap
kinerja generator induksi. Parameter motor induksi yang digunakan sebagai
generator induksi adalah jenis rotor sangkar, 3 fase, dan 2 HP.
Pengujian ini digunakan 4 buah kapasitor (@ 12 mF) dipasang pada setiap
fase, inverter, converter, dan accu 120 Ah sebagai storage. Pengujian kinerja
generator induksi dilakukan dengan pemasangan kapasitor tiap fase secara
bertahap dan memonitoring keluaran generator induksi (tegangan, frekuensi, dan
rpm) pada saat dibebani dan tanpa beban, pengujian ini dilakukan pada saat
tanpa menggunakan storage dan menggunakan storage. Hasil penelitian secara
keseluruhan menunjukkan penurunan kinerja generator induksi (pengujian tanpa
storage).
Pada saat kapasitas kapasitor terpasang 12 ìF, tegangan keluaran mengalami
penurunan sebesar 63% (tanpa beban 6,3 volt, berbeban 60 watt = 2,2 volt).
Kapasitas 24 ìF, 36 ìF, dan 48 ìF tegangan mengalami penurunan sebesar 2,7%,
1,6%, dan 1,5%. Untuk rpm dan frekuensi secara keseluruhan (12 ìF, 24 ìF, 36
ìF, dan 48 ìF) hanya mengalami penurunan sebesar 0,1% dan 0,2%. Sedangkan
pengujian dengan menggunakan storage hasilnya menunjukkan bahwa dengan adanya
storage tegangan output, rpm dan frekuensi tidak mengalami penurunan (pada saat
berbeban dan tanpa beban), karena arus yang diserap oleh beban terpasang
diambil dari storage atau accu sehingga beban tidak mempengaruhi keluaran
generator induksi.
Keuntungan dari penggunaan generator induksi dibandingkan dengan generator
biasa diantaranya adalah ukuran dan harga yang lebih murah, tidak memerlukan
sumber AC, adanya proteksi terhadap bahaya kelebihan beban dan hubung singkat,
dan lain-lain. Oleh karena itu, generator induksi banyak digunakan pada system
tenaga listrik yang terisolir. Pada system tenaga listrik yang terisolir,
generator induksi menggunakan penguat yang dihasilkan sendiri sehingga sering
disebut generator induksi berpenguat sendiri.
Generator induksi merupakan mesin induksi yang bekerja sebagai generator.
Ketika kecepatan putar rotor mesin induksi lebih besar dari kecepatan sinkron
dari medan putar pada celah udara, mesin induksi yang sama dapat bekerja sebagai
generator induksi.
Generator induksi masih dapat bekerja dan menghasilkan tegangan walaupun
kecepatan putarnya dan sumber daya masukannya tidak tetap. Oleh karena itu,
generator induksi saat ini mulai banya digunakan sebagai pembangkit energy
terutama untuk sumber daya tak terbarukan terutama untuk daerah yang terisolasi
dari jaringan listrik.
Untuk mengoperasikannya, generator induksi harus dieksitasi menggunakan
tegangan yang leading. Ini biasanya dilakukan dengan menghubungkan generator
kepada sistem tenaga eksisting. Pada generator induksi yang beroperasi
standalone, bank kapasitor harus digunakan untuk mensuplay daya reaktif. Daya
reaktif yang diberikan harus sama atau lebih besar daripada daya reaktif yang
diambil mesin ketika beroperasi sebagai motor. Tegangan terminal generator akan
bertambah dengan pertambahan kapasitansi.
Karakteristik torka-kecepatan mesin induksi seperti kurva pada Gambar 1,
memperlihatkan bahwa jika motor induksi diputar pada kecepatan yang lebih
tinggi daripada nsyncoleh sebuah penggerak mula (prime mover) eksternal, arah
torka induksinya akan berbalik dan motor akan berlaku sebagai sebuah generator.
Dengan bertambahnya torka yang diberikan penggerak mula kepada porosnya, besar
daya yang dihasilkan oleh generator induksi ikut bertambah. Seperti
diperlihatkan gambar, terdapat nilai torka induksi maksimum yang mungkin pada
mode operasi generator. Torka ini disebut dengan torka pushovergenerator. Jika
torka yang diberikan penggerak mula kepada poros melebihi torka pushover, generator
akan overspeed.
Ada beberapa keterbatasan ketika mesin induksi beroperasi sebagai
generator. Karena tidak adanya rangkaian medan yang terpisah, generator induksi
tidak dapat menghasilkan daya reaktif. Dalam pengoperasiannya, generator
induksi justru mengonsumsi daya reaktif sehingga sumber daya reaktif eksternal
harus terhubung kepada generator sepanjang waktu untuk menjaga medan magnet
statornya. Sumber daya reaktif eksternal ini juga harus mengontrol tegangan
teriminal generator. Tanpa arus medan, generator induksi tidak dapat mengontrol
tegangan keluarannya sendiri. Normalnya, tegangan generator dijaga oleh sistem
tenaga dimana generator tersebut dihubungkan.
Satu keuntungan besar dari generator induksi adalah kesederhanaannya.
Sebuah generator induksi tidak memelukan rangkaian medan terpisah dan tidak
harus diputar secara terus-menerus pada kecepatan tetap. Selama putaran mesin
masih lebih tinggi daripada
dari
sistem tenaga yang terhubung padanya, mesin akan tetap berfungsi sebagai
generator. Semakin besar torka diberikan kepada porosnya (sampai nilai
tertentu), maka akan semakin besar daya output yang dihasilkan.
Fakta bahwa tidak ada pengaturan rumit yang diperlukan membuat generator
induksi menjadi pilihan yang tepat untuk kincir angin, sistem pemanfaatan
panas, dan sumber-sumber daya tambahan serupa yang ditambahkan kepada sistem
tenaga eksisting. Pada aplikasi-aplikasi seperti itu, perbaikan faktor daya
dapat dihasilkan oleh kapasitor dan tegangan terminal generator induksi dapat
dikontrol sistem tenaga eksternal.
Prinsip Kerja Generator Induksi
Prinsip kerja generator induksi adalah kebalikan daripada saat mesin
induksi bekerja sebagai motor. ketika mesin berfungsi sebagai motor, kumparan
stator diberi tegangan tiga fasa sehingga akan timbul medan putar dengan
kecepatan sinkron (ns). Namun jika motor berfungsi sebagai generator, pada
rotor motor diputar oleh sumber penggerak dengan kecepatan lebih besar daripada
kecepatan sinkronnya. Bila suatu konduktor yang berputar didalam medan magnet (kumparan
stator) akan membangkitkan tegangan sebesar
Dimana :
e = tegangan induksi yang dihasilkan (volt)
B = fluks magnetik (weber)
l = panjang konduktor yang dilewati medan magnet (m)
v = kecepatan medan magnet melewati konduktor (m/s)
dan bila dihubungkan ke beban akan mengalirkan arus. Arus pada rotor ini
akan berinteraksi dengan medan magnet pada kumparan stator sehingga timbul arus
pada kumparan stator sebagai reaksi atas gaya mekanik yang diberikan. Pada
proses perubahan motor induksi menjadi generator induksi dibutuhkan daya
reaktif atau daya magnetisasi untuk membangkitkan tegangan pada terminal
keluarannya. Dalam hal ini yang berfungsi sebagai penyedia daya reaktif adalah
kapasitor yang besarnya disesuaikan dengan daya reaktif yang diperlukan.
Kebutuhan daya reaktif dapat dipenuhi dengan memasang suatu unit kapasitor
pada terminal keluaran, dimana kapasitor menarik daya reaktif kapasitif atau
dengan kata lain kapasitor memberikan daya reaktif induktif pada mesin induksi.
Kerja dari kapasitor ini dapat dipandang sebagai suatu sistem penguat
(eksitasi) sehingga generator induksi juga dikenal dengan sebutan generator
induksi penguatan sendiri (self excited of induction generator). Hal terpenting
yang harus diperhatikan dalam kinerja generator induksi adalah fluksi sisa atau
medan magnet pada kumparan stator, dimana tanpa adanya fluksi sisa ini proses
pembangkitan tegangan tidak akan tejadi.
Dengan adanya fluksi sisa ini dan perputaran rotor akan menimbulkan
tegangan induksi pada rotor. Tegangan induksi ini akan terinduksi pula pada
sisi stator dan akan menimbulkan arus yang akan mengisi kapasitor hingga
terjadi keseimbangan. Keseimbangan tersebut ditandai dengan titik pertemuan
antara lengkung magnetisasi dengan garis reaktansi kapasitif seperti terlihat
pada gambar di bawah ini . Lengkung magnetisasi tersebut terjadi akibat adanya
kejenuhan inti besi dari generator.
Pada generator induksi tidak terdapat hubungan listrik antara stator dengan
rotor, karena arus pada rotor merupakan arus induksi.
Sehingga prinsip kerjanya dapat di simpulkan bahwa :
1. Bila sumber tegangan yang dipasang pada kumparan stator, akan timbul
medan putar dengan kecepetan Ns =120f / p
2. Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduksi pada rotor
3. Akibatnya pada rotor akan timbul ggl induksi
4. Karena rotor merupakan rangkaian yang tertutup maka ggl induksi
akanmengalirkan arus ( I)
5. Adanya arus (I) dalam medan magnet akan menimbulkan gaya pada rotor
6. Pada kopel muka yang dihasilkan oleh gaya pada rotor cukup besar
memikulkopel beban , rotor akan berputar searah dengan putar rotor
7. Seperti yang telah dijelaskan, ggl induksi akan timbul karena
terpotongnya rotor atau medan putar stator, artinya ggl induksi timbul
diperlukan adanya perbedaan antara kecepatan medan putar stator (Ns) dan
kecepata berputarnya rotor (Nr)
8. Perbedaan kecepatan antara Nr dan Ns disebut slip
9. Besarnya Nr (kecepatan rotor) lebih besar daripada Ns (kecepatan stator)
10. Rumus slip dinyatakan dalam
Jenis - Jenis Generator Induksi
Dalam aplikasinya generator induksi dibagi menjadi dua jenis yaitu
generator induksi masukan ganda ( Doubly Fed Induction Generator atau DFIG )
dan generator induksi berpenguat sendiri ( Self Excited Induction generator
atau SEIG ).Pembagian jenis generator ini berdasarkan pada sumber eksitasi
generator berasal. Eksitasi pada generator induksi dibutuhkan untuk
menghasilkan medan magnit padarotor generator untuk selanjutnya menghasilkan
induksielektromagnetik padasetator yang akan menghasilkan energy listrik.
Selain itu juga eksitasi dibutuhkan untuk mengkompensasi daya reaktif yang
dibutuhkan oleh generator dalam membangkitkan listrik.
1. Generator induksi masukan
ganda
Pada generator induksi masukan ganda, eksitasi diperoleh dari jaringan
listrik yang telah terpasang. Generator induksi jenis ini menyerap daya reaktif
dari jaringan listrik untuk membangkitkan medan magnit yang dibutuhkan. Pada
generator jenis ini, terminal keluaran generator dihubungkan dengan inverter
yang kemudian dihubungkan dengan bagian generator. Generator induksi masukan
ganda saat ini banyak digunakan sebagaigenerator pada pembangkit listrik tenaga
baru.
Generator diatas merupakan gambar skema dari model generator induksi
masukan ganda. Terdapat dua buah inverter yang menghubungkan antara keluaran
generator dengan rotor. Kedua inverter tersebut dihubungkan dengan penghubung
AS. Inverter yang terhubung dengan jaringan bekerja pada frekuensi yang sama
dengan frekuensi jaringan. Inverter ini juga mengatur besar factor daya yang
masuk agar sesuai dengan besar daya reaktif yang dibutuhkan oleh generator.
Sedangkan inverter yang terhubung dengan rotor bekerja pada frekuensi yang
sesuai dengan frekuensi putaran generator. Dengan menggunakan konfigurasi
seperti ini, besar arus yang mengalir pada rotor dapat di atur sesuai dengan
daya yang akan dibangkitkan.
Keuntungan dari generator induksi masukan ganda diantaranya adalah tegangan
dan frekuensi yang dihasilkan dapat tetap besarnya walaupunkecepatan
putarnyaberubah- ubah.
Namun generator jenis ini membutuhkan inverter sebagai pengatur tegangan
pada rotor dan juga rotor jenis kumparan karena generator ini membutuhkan
sumber pada rotornya.Sehingga tidak semua jenis mesin induksi dapat digunakan
sebagai generator induksi jenis ini. Selain itu juga generator ini membutuhkan
adanya jaringan listrik untuk dapat beropasi, karena sumber daya reaktif yang
dibutuhkan oleh generator berasal dari jaringan. Sehingga apabila tidak ada
jaringan listrik atau generator lain yang memberikan daya reaktif maka generator
jenis ini tidak dapat beroperasi. Selain itu jika terjadi gangguan pada
jaringan atau blackout jaringan generator ini juga tidak dapat beroprasi.
2. generator induksi berpenguat
sendiri
Pada generator induksi berpenguat sendiri, eksitasi diperoleh dari
kapasitor yang dipasang parallel pada terminal keluaran generator. Generator
induksi jenis ini bekerja seperti mesin induksi pada daerah saturasinya hanya
saja terdapat bank pasitor yang dipasang pada terminal statornya. Karena sumber
eksitasi generator ini berasal dari kapasitor yang pada terminalnya maka mesin
induksi dengan rotor kumparan maupun sangkar bajing dapat digunakan sebagai
generator induksi berpenguat sendiri.
Generator induksi jenis ini memiliki beberapa keuntungan yaitu:
1. Tidak membutuhkan pengaturan tegangan pada rotornya.
2. Tidak memerlukan inverter.
3. Disain peralatan yang tidak rumit.
4. Harga pembuatan lebih murah.
5. Perawatan yang diperlukan murah dan tidak sulit.
6. Dan tidak memerlukan jaringan listrik untuk dapat beroperasi
Namun generator induksi berpenguat sendiri juga dapat beroperasi dalam
suatu jaringan lisrtik dan tetap dapat beroperasi walaupun terdapat gangguan
pada jaringan. Oleh karena itu generator induksi berpenguat sendiri lebih
fleksibel dalam pengoprasiannya.
Generator induksi berpenguat sendiri merupakan pilihan yang tepat untuk
memenuhi kebutuhan energy di tempat yang terisolir dimana daya reaktif dari
jaringan listrik tidak atau belum ada. Sumber energy yang digunakan untuk
mensuplai generator dapat berasal dari sumber energy yang tidak terlalu besar
jumlahnya, seperti kincir angina ataupun kincir air di sungai (yang biasa
dikenal dengan pembangkit listrik tenaga mikrohidro).
Dengan melihat kondisi di Indonesia dimana terdapat beberapa daerah yang
belum terjangkau listrik, generator induksi berpenguat sendiri merupakan salah
satu solusi yang tepat. Hal ini karena generator induksi berpenguat sendiri
dapat beroperasi sendiri tanpa adanya jaringan listrik, maka generator ini
merupakan pilihan tepat untuk pengembangan jaringan listrik di Indonesia.
Dengan melihat besarnya sumber energy angin yang dimiliki Indonesia masih belum
tereksplorasi secara maksimal kesempatan menggunakan generator induksi
berpenguat sendiri sebagai pembangkit listrik tenaga baru masih cukup besar.
Karena Indonesia adalah Negara kepulauan maka sudah tentu terdapat banyak
sungai. Bahkan di daerah pendalaman sekalipun biasanya terdapat sungai.
Sungai-sungai ini dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga
mikrohidro untuk memenuhi kebutuhn desa-desa disikitarnya yang belum terjangkau
jaringan listrik. Dengan melihat kenyataan ini maka dapat diketahui bahawa
kesempatan penggunaaan generator induksi berpenguat sendiri cukup besar. Oleh
karena itu dibutuhkan pengembangan teknologi pendukungnya agar kualitas energy
yang dihasilkannya menjadi lebih baik.
Aplikasi Generator Induksi
Generator induksi telah dikenal sejak awalabad 20, tapi antara tahun
1960-an dan 1970-an hampir tidak lagi terlihat digunakan. Namun, generator
induksi membuat sebuah comebacksejak harga minyak yang mengejutkan pada 1973.
Karena mahalnya biaya untuk menghasilkanenergi, pemanfaatanenergi menjadi 6
bagian penting dari perekonomian kebanyakan proses industri. Generator induksi
ideal untuk aplikasi semacam ini karena hanya membutuhkan sedikit dalam sistem
kontrol dan pemeliharaannya.
Karena kesederhanaan dan ukuran yang kecil untuk tiap kilowatt daya output,
generator induksi juga sangat membantu dalam kincir angin yang kecil.
Banyak kincir angin komersial dirancang beroperasi parallel dengan sistem
tenaga yang besar, dengan mensuplay sebagian daritotal kebutuhan daya konsumen.
Pada pengoperasian seperti ini, sistem tenaga dapat mengontrol tegangan dan
frekuensi, sedangkan kapasitor statis dapat digunakan untuk koreksifaktor daya.
Aplikasinya terdapat pada generator
Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL)
Jenis generator yang digunakan pada PLTGL ialah jenis Generator Asinkron
(generator tak-serempak) yang merupakan motor induksi yang dirubah menjadi
generator, generator ini dipilih karena PLTGL sebagai energi alternatif tidak
banyak membutuhkan perawatan seperti halnya generator sinkron, lebih kuat,
handal, harga lebih murah dan tidak membutuhkan bahan bakar pada saat
diaplikasikan di lapangan, tapi cukup bergantung pada sumber energi terbarukan
seperti air, angin, dan lain – lain sebagai prime over (penggerak mula).
Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan
listrik untuk akhirnya digunakan oleh
masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini
berupa AC (Alternating Current).
Turbin dan Generator Asinkron
Aplikasi Generator Induksi pada
Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Generator induksi sering dipasang guna mencukupi suplai daya tambahan untuk
beban di daerah terpencil dimana layanan saluran transmisinya terbatas. Dengan
segala keunggulan yang disebutkan diatas adalah pilihan yang tepat pada kasus
ini digunakan mesin induksi sebagai generator.
Penggunaan generator induksi pada system pembangkit tenaga angin dimana
mesin atau kincir angin yang memutar generator tidak mengharuskan pada
kecepatan sinkronnya. Dengan demikian, jika daya yang dibangkitkan tidak
mensyaratkan frekwensi dan tegangan tetap maka generator dapat dioperasikan
stand alone, atau terisolasi, terlepas dari saluran publik (Chan, 1993: 2-3).
Jenis beban yang dapat dilayani oleh generator induksi ini diantaranya adalah
mesin pompa air, kipas angin atau pemanas.
Angin hampir ada di setiap permukaan bumi, tetapi hanya sedikit daerah yang
bisa memanfaatkan angin sebagai sumber energi. Daerah tersebut terutama
terdapat dibelahan bumi bagian utara dan selatan, yaitu didaerah dimana keadaan
angin cukup stabil kekuatan dan frekuensinya.
Contohnya di Swedia dan Jerman banyak unit tenaga angin dibangun di wilayah
sepanjang pantai negara ini. Juga didaerah pegunungan. Gambar 1. merupakan
contoh dari skema unit tenaga angin (Thedy, 2003: 4).
Anemometer
Mengukur kecepatan angin dan mengirimkan data kecepatan angin ke pengontrol
Blades
Kebanyakan turbin baik dua atau tiga pisau. Angin bertiup di atas
menyebabkan pisau pisau untuk mengangkat dan berputar
Brake
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja
pada titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena
generator memiliki titik kerja aman dalam pengoperasiannya. Generator ini akan
menghasilkan energi listrik maksimal pada saat bekerja pada titik kerja yang
telah ditentukan. Kehadiran angin diluar diguaan akan menyebabkan putaran yang
cukup cepat pada poros generator, sehingga jika tidak diatasi maka putaran ini
dapat merusak generator. Dampak dari kerusakan akibat putaran berlebih
diantaranya overheat, rotor breakdown, kawat pada generator putus karena tidak
dapat menahan arus yang cukup besar.
Controller
Pengontrol mesin mulai dengan kecepatan angin sekitar 8-16 mil per jam
(mph) dan menutup mesin turbin sekitar 55 mph. tidak beroperasi pada kecepatan
angin sekitar 55 mph di atas, karena dapat rusak karena angin yang kencang.
Gear box
Gears menghubungkan poros kecepatan tinggi di poros kecepatan rendah dan
meningkatkan kecepatan sekitar 30-60 rotasi per menit (rpm), sekitar 1000-1800
rpm, kecepatan rotasi yang diperlukan oleh sebagian besar generator untuk
menghasilkan listrik. gearbox adalah bagian mahal (dan berat) dari turbin angin
dan insinyur generator mengeksplorasi direct-drive yang beroperasi pada
kecepatan rotasi yang lebih rendah dan tidak perlu kotak gigi.
Generator
Biasanya standar induksi generator yang menghasilkan listrik dari 60 siklus
listrik AC.
High-speed shaft
Drive generator.
Low-speed shaft
Mengubah poros rotor kecepatan rendah sekitar 30-60 rotasi per menit.
Low-speed shaft
Mengubah poros rotor kecepatan rendah sekitar 30-60 rotasi per menit.
Pitch
Blades yang berbalik, atau nada, dari angin untuk mengontrol kecepatan
rotor dan menjaga rotor berputar dalam angin yang terlalu tinggi atau terlalu
rendah untuk menghasilkan listrik.
Rotor
Pisau dan terhubung bersama-sama disebut rotor
Tower
Menara yang terbuat dari baja tabung (yang ditampilkan di sini), beton atau
kisi baja. Karena kecepatan angin meningkat dengan tinggi, menara tinggi
memungkinkan turbin untuk menangkap lebih banyak energi dan menghasilkan
listrik lebih banyak. Tower Pembangkit Listrik Tenaga Angin dapat dibedakan
menjadi 3 jenis seperti gambar.. Setiap jenis tower memiliki karakteristik
masing-masing dalam hal biaya, perawatan, efisiensinya, ataupun dari segi
kesusahan dalam pembuatannya
Tower (kiri) Guyed (Tengah Lattice (kanan) Mono-structure
Wind direction
Ini adalah turbin pertama”yang disebut karena beroperasi melawan angin.
turbin lainnya dirancang untuk menjalankan “melawan arah angin,” menghadap jauh
dari angin.
Bab III
Penutup
A.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa generator yang
untuk menghasilkan listrik untuk menerangi dalam kehidupan sehari-hari.
Generator yang kita pakai pembangkit listrik untuk menghasilkan aliran listrik
untuk menerangi contohnya : rumah, lampu jalan dll. Selama ini generator yang
sering kita kenal ada dua jenis generator menurut :
a)
Jenis generator berdasarkan
jenis arus yang dibangkitkan generator
Generator
bolak-balik ( AC ) dan generator searah ( DC )
b) Jenis generator dilihat dari fasanya
Generator 1 fasa dan 3 fasa
Selain dua jenis generator diatas
masih bnyak lagi jenis generator yang
sudah diuraikan diatas ada generator
berdasarkan jenis arus yaitu: generator bolak-balik ( AC ), generator searah (
DC ), dilihat dari fasanya yaitu: ada yang 1 ( satu ) fasa dan 3 ( tiga ) fasa,
generator dilihat dari induksinya ada generator sinkron dan asinkron.
B.
Saran
Dari
kesimpulan yang dijabarkan diatas, maka dapat diberikan saran antara lain:
a. Harus mempelajari genertor secara
keseluruhan
b. Generator bukan hanya memiliki 2
jenis
c. Mempelajari generator harus paham
tentang persamaan GGL Induksi magnetik
d. Generator adalah pembangkit listrik
yang menghantarkan arus listrik yang kuat, jadi tidak sembarang untuk membuat
sebuah generator pembangkit listri. Terutama generator pembangkit listrik yang
sering kita pakai untuk pemasokan sumber energi berupa listrik, untuk kebutuhan
penerangan jalan dan alat-alat rumah tangga yang lain. Harus dihitung setiap
lilitan tembaga yang berada didalam generatora dan medan magnet yang
berpengarush untuk menghasilkan arus listrik yang sangat besar. Selain generator,
dibutuhkan juga media untuk memutarkan turbin yang tersambung ke generator. Misalkan:
PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), harus air yang mengalir deras supaya bisa
memutarkan turbin yang terhubung ke generator tersebut.
Daftar
Pustaka
Sumber:
https://stefanuswindarhariadi.wordpress.com/2012/07/01/generator-sinkron/http://sayapdjibril.blogspot.co.id/2014/06/generator-asinkron-induksi-generator.html


maafkan jika ada kesalahan dalam menyampaikan makalahnya, karena saya juga belajar dari sumber-sumber yang saya ambil untuk referensi. terimakasih untuk sumber-sumber yang saya ambil, semoga bisa bermanfaat. jika ada yang salah silahkan kritik dan sarannya.
ReplyDeleteselamat malam menjelang pagi sobat semuanya.
nice information min
ReplyDeleteelemen solder uap